BerandaArtikel › Toxic Positivity: Ketika 'Semangat!' Justru Menyakiti

Toxic Positivity: Ketika 'Semangat!' Justru Menyakiti

Nadia Kusuma, M.Psi. 1 Maret 2025 5 menit baca
Toxic Positivity: Ketika 'Semangat!' Justru Menyakiti

"Semangat!" "Pikir positif aja!" "Masih banyak yang lebih susah dari kamu." Kalimat-kalimat ini mungkin terasa membantu, tapi seringkali justru membuat orang yang sedang berjuang merasa tidak divalidasi.

Apa Itu Toxic Positivity?

Toxic positivity adalah kecenderungan untuk merespons penderitaan dengan pemikiran positif yang dipaksakan, sambil mengabaikan emosi negatif yang sesungguhnya valid.

Contoh Toxic Positivity yang Sering Kita Ucapkan

  • "Jangan nangis, kamu kuat!"
  • "Bersyukur dong, masih banyak yang lebih parah."
  • "Good vibes only!"

Apa yang Lebih Membantu?

Validasi. Mengakui bahwa apa yang dirasakan seseorang itu nyata dan wajar. Contoh: "Aku dengar kamu. Itu memang berat." Emosi negatif bukan musuh โ€” mereka adalah informasi.

๐Ÿ’ฌ
Butuh Bicara dengan Konselor? Jika kamu ingin membahas lebih lanjut topik ini dengan profesional, tim Omahjiwa siap mendengarkan.
Jadwalkan Sesi

Artikel Lainnya